OTOMOTIF,JS- Harga bahan bakar yang terus mengalami perubahan membuat banyak pemilik kendaraan mencari cara paling efektif untuk menghemat pengeluaran. Salah satu pertanyaan yang sering muncul di kalangan pengguna mobil dan motor adalah apakah BBM oktan tinggi lebih irit dibandingkan bahan bakar dengan angka oktan yang lebih rendah.
Perdebatan mengenai penggunaan BBM beroktan tinggi seperti Pertamax dan bensin dengan RON lebih rendah sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Sebagian pengendara menganggap penggunaan BBM premium dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar, sementara sebagian lainnya menilai perbedaannya tidak terlalu signifikan.
Apa Itu Angka Oktan atau RON pada BBM?
RON merupakan ukuran kemampuan bahan bakar dalam menahan tekanan dan panas di ruang bakar sebelum terjadi pembakaran spontan atau knocking.
Semakin tinggi angka oktan, semakin baik kemampuan bahan bakar dalam menghadapi tekanan kompresi yang tinggi. Karena itu, kendaraan dengan teknologi mesin modern umumnya membutuhkan bahan bakar beroktan lebih tinggi agar proses pembakaran berlangsung lebih sempurna.
Sebaliknya, penggunaan BBM dengan RON di bawah rekomendasi pabrikan dapat menyebabkan pembakaran kurang optimal sehingga performa mesin menurun.
Mengapa BBM Oktan Tinggi Bisa Membuat Kendaraan Lebih Irit?
Pemilik bengkel AD Oya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Widodo menjelaskan bahwa bahan bakar beroktan tinggi mampu meningkatkan efisiensi kendaraan karena proses pembakarannya lebih sempurna.
Menurutnya, kendaraan yang menggunakan BBM dengan angka oktan lebih tinggi biasanya terasa lebih ringan saat dikendarai. Respons pedal gas menjadi lebih cepat dan akselerasi kendaraan terasa lebih baik.
Ketika mesin mampu menghasilkan tenaga secara optimal, pengemudi tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam untuk memperoleh kecepatan yang diinginkan. Kondisi inilah yang berpotensi menurunkan konsumsi bahan bakar.
Dengan kata lain, energi yang dihasilkan dari setiap tetes bahan bakar dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal oleh mesin.
Performa Mesin Lebih Optimal dengan BBM Beroktan Tinggi
Selain berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar, penggunaan BBM dengan RON tinggi juga dapat meningkatkan performa mesin.
Pembakaran yang lebih sempurna membuat tenaga yang dihasilkan menjadi lebih stabil. Mesin mampu bekerja dengan efisien tanpa mengalami gejala knocking atau detonasi yang dapat mengurangi performa.
Pada kendaraan modern yang telah menggunakan sensor elektronik canggih, sistem komputer mesin juga mampu menyesuaikan waktu pengapian secara lebih optimal ketika menggunakan bahan bakar dengan kualitas yang sesuai.
Hasilnya, akselerasi terasa lebih responsif dan pengalaman berkendara menjadi lebih nyaman.
Perbedaan Pertamax dan Pertalite pada Mobil Matik
Perbedaan penggunaan BBM juga dapat dirasakan pada kendaraan bertransmisi otomatis atau mobil matik.
Widodo menjelaskan bahwa kendaraan yang menggunakan BBM beroktan lebih tinggi cenderung memerlukan putaran mesin yang lebih rendah saat mulai bergerak.
Sebagai ilustrasi, mobil yang menggunakan Pertamax dapat mulai bergerak pada putaran mesin sekitar 800 rpm. Sementara itu, kendaraan yang menggunakan BBM dengan RON lebih rendah mungkin memerlukan putaran hingga sekitar 1.000 rpm untuk menghasilkan respons yang sama.
Meski terlihat kecil, selisih putaran mesin tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dalam jangka panjang, terutama bagi pengguna kendaraan yang sering menghadapi kondisi lalu lintas padat.
Kebiasaan Mengemudi Tetap Menjadi Faktor Utama
Meskipun BBM beroktan tinggi memiliki potensi meningkatkan efisiensi, faktor terbesar yang menentukan irit atau borosnya kendaraan tetap berasal dari cara mengemudi.
Banyak pengendara menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi, tetapi tetap mengalami konsumsi BBM yang boros akibat kebiasaan berkendara yang kurang tepat.
Beberapa kebiasaan yang sering menyebabkan pemborosan bahan bakar antara lain:
1. Terlalu Sering Menginjak Pedal Gas Secara Mendadak
Akselerasi agresif membuat mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar dalam waktu singkat.
2. Sering Melakukan Pengereman Mendadak
Pengereman mendadak menyebabkan energi yang telah digunakan untuk mempercepat kendaraan terbuang sia-sia.
3. Membiarkan Mesin Menyala Terlalu Lama
Kebiasaan memanaskan kendaraan terlalu lama tanpa bergerak juga meningkatkan konsumsi bahan bakar secara tidak perlu.
4. Membawa Beban Berlebihan
Semakin berat kendaraan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan mesin untuk bergerak.
5. Tekanan Ban Tidak Sesuai
Ban yang kurang angin meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin bekerja lebih keras.
Penjelasan Toyota Soal Pengaruh RON Tinggi terhadap Konsumsi BBM
Dealer Technical Support Department Head PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi, juga mengungkapkan bahwa secara teori bahan bakar dengan angka oktan lebih tinggi memang mampu meningkatkan performa kendaraan.
Menurutnya, kendaraan akan terasa lebih ringan saat berakselerasi karena kualitas pembakaran yang lebih baik.
Respons mesin yang lebih cepat membuat pengemudi tidak perlu menginjak pedal gas terlalu dalam untuk mencapai kecepatan tertentu.
Kondisi tersebut berpotensi membantu penghematan bahan bakar karena mesin dapat bekerja secara lebih efisien.
Apakah Semua Mobil Harus Menggunakan BBM Oktan Tinggi?
Jawabannya tidak selalu.
Setiap pabrikan kendaraan telah menentukan spesifikasi bahan bakar yang sesuai untuk mesin yang mereka produksi.
Jika buku manual kendaraan merekomendasikan penggunaan RON 92, maka pemilik kendaraan sebaiknya menggunakan bahan bakar dengan spesifikasi tersebut atau lebih tinggi.
Karena itu, langkah paling tepat adalah mengikuti rekomendasi pabrikan agar performa dan efisiensi kendaraan tetap optimal.
Tips Menghemat BBM Selain Memilih Oktan yang Tepat
Selain menggunakan bahan bakar sesuai spesifikasi mesin, beberapa langkah berikut juga dapat membantu mengurangi konsumsi BBM:
- Jaga kecepatan kendaraan tetap stabil.
- Hindari akselerasi dan pengereman mendadak.
- Lakukan servis berkala secara rutin.
- Ganti filter udara sesuai jadwal.
- Periksa tekanan ban secara berkala.
- Kurangi beban yang tidak diperlukan di dalam kendaraan.
- Gunakan oli mesin yang sesuai rekomendasi pabrikan.
- Matikan mesin saat berhenti dalam waktu lama.
Kesimpulan
BBM oktan tinggi bukan sekadar strategi pemasaran. Secara teknis, bahan bakar dengan angka oktan lebih tinggi mampu menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna sehingga performa mesin menjadi lebih optimal.
Kondisi tersebut membuat kendaraan terasa lebih ringan, responsif, dan berpotensi lebih hemat bahan bakar dibandingkan penggunaan BBM dengan RON yang lebih rendah.
Meski demikian, efisiensi bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh jenis BBM. Cara mengemudi, kondisi kendaraan, perawatan mesin, hingga tekanan ban juga memiliki pengaruh besar terhadap tingkat konsumsi bensin.
Karena itu, jika ingin mendapatkan hasil terbaik, gunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan sekaligus terapkan kebiasaan berkendara yang efisien.(*)









