Suku Tertua di Indonesia: Jejak Peradaban Nusantara yang masih Hidup

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suku Tertua di Indonesia: 
Jejak Peradaban Nusantara yang masih Hidup (foto radarmukomukodisway)

Suku Tertua di Indonesia: Jejak Peradaban Nusantara yang masih Hidup (foto radarmukomukodisway)

Qixiobuzz.com – Indonesia memiliki lebih dari 1.300 suku bangsa. Namun di antara keragamanya, ada beberapa kelompok masyarakat yang disebut sebagai suku tertua di Indonesia karena sudah menghuni kepulauan ini sejak ribuan tahun lalu. Mereka adalah saksi hidup perjalanan peradaban  Nusantara sebelum kedatangan pengaruh Hindu, Buddha,hingga Islam.

Suku  paling tertua di Indonesia adalah. Suku Nuaulu di Pulau Seram Maluku dan Suku Dani di Lembah Baliem  Papua.  Selain itu ada juga Suku Anak Dalam di Jambi dan Sumatera Selatan, Suku Mentawai di Kepulauan Mentawai di perkirakan suda ada sejak 500 atau 600 tahun sebelum masehi, Suku Wajak di perkirakan ada sejak ratusan ribu hingga satu juta tahun lalu, di dukung penemuan fosil manusia purba jenis Homo wajakensis.

Baca Juga :  Populasi Satwa Diharapkan Pulih, Perburuan di Kerinci Seblat Alami Penurunan

Suku Kerinci bermukim di dataran tinggi Jambi kelompok ini telah mendiami wilayah sekitar Gunung Kerinci sejak 10.000 tahun lalu, serta Suku Dayak di Kalimantan. Para ahli antropologi, menyebut kelompok-kelompok ini sebagai “ suku asli” atau “ masyarakat adat “ karena budaya, bahasa dan cara hidupnya masih sangat dekat dengan lam dan leluhur.

Ciri khas suku-suku tertua ini adalah hidup nomaden atau semi-nomaden, memiliki sistem kepercayaan anismisme dan dinamisme, serta menguasai pengetahuan tentang hutan, laut, dan pengobatan tradisional. Misalnya Suku Anak Dalam yang hidup berpindah di dalam hutan Jambi. Mereka menjaga hutan sebagai rumah dan apotek, serta memiliki aturan adat yang sangat ketat untuk melestarikan alam.

Baca Juga :  HIDUP DI PELUKAN RIMBA

Sayangnya keberadaan suku-suku tertua ini,  kini menghadapi tantangan besar. Modernisasi, alih fungsi hutan, dan perubahan sosial membuat sebagian dari mereka harus beradaptasi atau terpinggirkan. Pemerintah dan berbagai lembaga kini berupaya melindungi hak-hak mereka melalui pengakuan hukum adat, pendidikan, dan program pemberdayaan ekonomi tanpa menghilangkan identitas budaya.

Keberadaan suku tertua di Indonesia bukan hanya soal sejarah. Mereka adalah “ perpustakaan hidup” yang menyimpan pengetahuan tentang obat-obatan, pertanian, bahasa, dan kearifan lokal. Menjaga akar budaya bangsa karena dari merekalah kita bisa belajar bagaimana manusia indonesia hidup selaras dengan alam selama ribuan tahun.( MM# )

Berita Terkait

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas
Populasi Satwa Diharapkan Pulih, Perburuan di Kerinci Seblat Alami Penurunan
Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi
Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan
Candi Muaro Jambi, Kompleks Percandian Terluas di asia Tenggara Jadi Magnet Wisata Dunia
Liburan ke Gunung Kerinci, Rasakan Indahnya Atap Sumatera
Kapasitas TPA Sampah. Melampaui Batas Melanda beberapa Daerah
Jangan Buang Uang Lama Harganya Bisa Tembus Ratusan Juta
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:48 WIB

Suku Tertua di Indonesia: Jejak Peradaban Nusantara yang masih Hidup

Senin, 27 Juli 2026 - 17:05 WIB

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:45 WIB

Populasi Satwa Diharapkan Pulih, Perburuan di Kerinci Seblat Alami Penurunan

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:33 WIB

Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:09 WIB

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan

Berita Terbaru

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas(foto:diskuk.jabarprov)

Daerah

Kemenag Jambi : Produk Halal Kunci UMKM Naik Kelas

Senin, 27 Jul 2026 - 17:05 WIB

Ilustrasi - Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang negeri Jambi

Budaya

Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:33 WIB

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan
(Foto:  jatigono-kunir.lumajangkab)

Daerah

Cegah Lonjakan DBD di Musim Hujan

Sabtu, 25 Jul 2026 - 18:09 WIB