Mengenal Kenduri Sko, Upacara Adat Kerinci untuk Jaga Warisan Leluhur

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mengenal Kenduri Sko, Upacara Adat Kerinci untuk Jaga Warisan Leluhur.(foto: KOMPAS.id)

Mengenal Kenduri Sko, Upacara Adat Kerinci untuk Jaga Warisan Leluhur.(foto: KOMPAS.id)

Quxiobuzz.com, Kerinci – Upacara Kenduri Sko kembali digelar di berbagai desa di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Upacara adat sakral ini menjadi momen penting bagi masyarakat Kerinci untuk membersihkan benda-benda pusaka leluhur sekaligus melaksanakan pengukuhan gelar adat. Kenduri Sko bukan sekadar ritual, tetapi juga wujud nyata pelestarian warisan budaya suku Kerinci yang telah berlangsung ratusan tahun.

Dalam prosesi Kenduri Sko, seluruh pusaka milik kaum seperti keris, tombak, kitab tua, dan perlengkapan adat dikeluarkan dari tempat penyimpanan. Benda-benda tersebut kemudian dibersihkan secara bersama-sama oleh pemangku adat dengan diiringi doa dan pembacaan mantra. Masyarakat percaya, membersihkan pusaka akan membawa keberkahan, menolak bala, dan menjaga hubungan manusia dengan leluhur.

Baca Juga :  Mari Kita wujudkan Jambi sebagai lumbung pangan Sumatera

Puncak acara Kenduri Sko juga menjadi momentum pengukuhan gelar adat. Di Kerinci, sistem kekerabatan menganut garis keturunan ibu. Karena itu gelar adat diberikan oleh ibu kepada saudara laki-laki dari pihak ibu, yang disebut “mamak”. Ada dua jenis Sko yang dikenal, yaitu Sko Tanah yang berkaitan dengan kepemimpinan wilayah dan tanah ulayat, serta Sko Gelar yang merupakan gelar kehormatan dan tanggung jawab sosial dalam kaum.

Ketua Lembaga Adat setempat menyampaikan bahwa Kenduri Sko memiliki fungsi besar dalam memperkuat ikatan sosial. “Melalui upacara ini, anak kemenakan berkumpul, bersilaturahmi, dan mempererat rasa kebersamaan. Nilai gotong royong dan musyawarah hidup kembali,” ujarnya. Generasi muda juga dilibatkan agar memahami makna dan tata cara adat agar tidak punah ditelan zaman.

Baca Juga :  Gema Gendang dan Kulintang Tak Boleh Mati

Dengan tetap dilaksanakannya Kenduri Sko setiap beberapa tahun sekali, masyarakat Kerinci berharap warisan leluhur tetap lestari. Upacara ini menjadi bukti bahwa budaya Kerinci mampu bertahan dan beradaptasi. Kenduri Sko kini juga mulai dilirik sebagai daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan keunikan adat Jambi ke tingkat nasional.(MM#)

Berita Terkait

Busana Tradisional Merupakan Cerminan Identitas Suatu Bangsa
Kebaya: Bukti Perempuan Nusantara Sudah Berbusana Anggun Sejak 1400-an
Tradisi Marakka Bola: Angkat Rumah Adat Bugis yang Hanya Ada di Suku Bugis
Peradaban Sumeria: Awal Mula Peradaban Manusia di Dunia
Roundhay Garden Scene 1888: Film Pertama di Dunia yang Berdurasi 2 Detik
Sejarah Naskah Incung atau Tambo Kerinci: Kitab Pusaka Penjaga Adat Suku Kerinci
Sejarah Berdirinya RRI Jambi: Dari Radio Jambi 1957 Hingga Gedung Telanaipura 1974
Lukisan Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia Bukti Peradaban Nusantara Kuno
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Busana Tradisional Merupakan Cerminan Identitas Suatu Bangsa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Kebaya: Bukti Perempuan Nusantara Sudah Berbusana Anggun Sejak 1400-an

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Tradisi Marakka Bola: Angkat Rumah Adat Bugis yang Hanya Ada di Suku Bugis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:30 WIB

Peradaban Sumeria: Awal Mula Peradaban Manusia di Dunia

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Roundhay Garden Scene 1888: Film Pertama di Dunia yang Berdurasi 2 Detik

Berita Terbaru