ANOA, “KERBAU KERDIL” ENDEMIK SULAWESI YANG TERANCAM PUNAH

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ANOA, "KERBAU KERDIL" ENDEMIK SULAWESI  YANG TERANCAM PUNAH(Foto: Kompas)

ANOA, "KERBAU KERDIL" ENDEMIK SULAWESI YANG TERANCAM PUNAH(Foto: Kompas)

Qixiobuzz.com – SULAWESI. Anoa (_Bubalus_ sp.) atau yang sering disebut “kerbau kerdil” adalah satwa endemik kebanggaan Indonesia. Hewan ini hanya bisa ditemukan di daratan Pulau Sulawesi dan Pulau Buton. Sayangnya, keberadaannya kini semakin sulit dijumpai di habitat aslinya.

Ciri Khas dan Jenis Anoa

Anoa merupakan mamalia dari famili Bovidae. Secara ilmiah ada 2 spesies anoa di Sulawesi:

Anoa Dataran Rendah ( Bubalus depressicornis ): Ukuran tubuh lebih besar, tinggi ±85 cm, berat bisa mencapai 300 kg. Ekor panjang, kaki ada bercak putih, tanduk kasar berbentuk segitiga.

  1. Anoa Pegunungan (_Bubalus quarlesi_): Ukuran lebih kecil, ekor pendek dan lembut, tanduk melingkar.

Keduanya hidup di hutan yang tidak dijamah manusia, mulai dari hutan mangrove, hutan pantai, sampai hutan pegunungan 2500-3000 mdpl. Anoa adalah hewan herbivora yang makan pakis, rumput, tunas pohon, dan buah jatuh.

Baca Juga :  Meriahkan HUT Ke-81 RI, MATAKIN Jambi dan Kelenteng Hok Kheng Tong Gelar Upacara Bendera serta Lomba Rakyat

Anoa juga merupakan maskot Provinsi Sulawesi Tenggara.dan Sulawesi Tengah

 

Status Konservasi: Terancam Punah

Anoa termasuk satwa liar yang dilindungi Undang-Undang di Indonesia sejak 1931 dan dipertegas UU No. 5 Tahun 1990. Dalam daftar IUCN, anoa berstatus Endangered / terancam punah dan masuk Appendix I CITES.

 

Populasinya sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data IUCN, diperkirakan populasi anoa di seluruh Sulawesi tidak lebih dari 2.500 individu. Data itu berasal dari survei WCS tahun 1990. Di Taman Nasional Lore Lindu, jumlah anoa turun 87% dari 2013 ke 2018, hanya tersisa sekitar 10 ekor.Di Cagar Alam Tangkoko, jejak anoa terakhir kali terlihat pada 2015.

Penyebab Penurunan Populasi

Ada 2 faktor utama ancaman anoa:

  1. Kerusakan Habitat*: Alih fungsi hutan lindung menjadi hutan produksi, perkebunan, dan pertambangan emas. Rusaknya hutan membuat anoa turun ke kebun dan pemukiman warga.
  2. Perburuan Liar: Anoa diburu untuk diambil daging dan tanduknya. Daging anoa bahkan dijual lebih mahal dari daging sapi. Jelang Idul Fitri, perburuan meningkat. Warga juga memasang jerat karena menganggap anoa sebagai ancaman.
Baca Juga :  Kayu Eboni " Emas Hitam" Bernilai Ratusan Juta Per Meter kubik

 

Upaya Pelestarian

Pemerintah bersama BKSDA dan organisasi konservasi terus melakukan upaya:

– Patroli hutan dan edukasi masyarakat

– Penangkaran: Ada Anoa Breeding Center di Manado dan kelahiran anoa di Taman Margasatwa Ragunan

– Kawasan Konservasi: Suaka Margasatwa Tanjung Peropa, Morowali, dan Taman Nasional Lore Lindu

Pakar dari Unhas menekankan pentingnya melibatkan masyarakat lokal dan memberi alternatif penghidupan agar tidak lagi berburu anoa.

Sebagai warisan alam Indonesia, anoa harus dijaga. Jika tidak ada tindakan nyata, bukan tidak mungkin anoa hanya akan kita kenal lewat cerita dan foto.

Menjaga anoa berarti menjaga hutan Sulawesi. Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan kita.(MM#).

Berita Terkait

Erupsi Gunung Sinabung Karo, Sumut Ganggu Penerbangan di Bandara Kualanamu
Karhutla di Berbagai Daerah Jadi Ancaman, BNPB Imbau Masyarakat Waspada
Kimia Farma Jambi Gelar MCU untuk 17 Karyawan RRI Sungai Penuh
Komodo, Ikon Satwa Purba Indonesia yang Mendunia
Anjing Liar di Sungai Penuh Meningkat Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak
Manfaat Kacang Merah untuk Kesehatan
Kenapa Jalan di Daerah Manapun Pasti Ada Belokan?
Pencak Silat: Olahraga Bela Diri Asli Indonesia yang Mendunia
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 08:04 WIB

Erupsi Gunung Sinabung Karo, Sumut Ganggu Penerbangan di Bandara Kualanamu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:49 WIB

Karhutla di Berbagai Daerah Jadi Ancaman, BNPB Imbau Masyarakat Waspada

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Kimia Farma Jambi Gelar MCU untuk 17 Karyawan RRI Sungai Penuh

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:41 WIB

ANOA, “KERBAU KERDIL” ENDEMIK SULAWESI YANG TERANCAM PUNAH

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Komodo, Ikon Satwa Purba Indonesia yang Mendunia

Berita Terbaru