Qixiobuzz.com – Jambi. Kita hari ini bangun tidur langsung lihat jam di HP: 04:30 WIB. Berangkat siaran jam 05:00, rapat jam 09:00, adzan jam 12:03. Semua presisi per menit.
Pertanyaan iseng: Sejak kapan manusia punya petunjuk waktu sepanjang hari seperti ini? Sejak kapan ada konsep 24 jam? Jawabannya ternyata panjang, ribuan tahun.
ZAMAN PURBA: JAM MATAHARI (1500 SM)
Petunjuk waktu pertama di dunia adalah MATAHARI.
Bangsa Mesir Kuno sekitar tahun 1500 SM menciptakan Jam Matahari (Sundial) Caranya sederhana: tancapkan tongkat di tanah, lihat bayangannya.
Kalau bayangan di Barat, berarti pagi. Kalau bayangan di atas kepala, berarti tengah hari. Kalau di Timur, berarti sore.
Masalahnya: Kalau mendung? Kalau malam? Ya tidak ada waktu. Jadi waktu zaman itu hanya ada siang hari.
ZAMAN BABILONIA: KENAPA SEHARI 24 JAM? (2000 SM)
Kenapa sehari itu 24 jam? Kenapa 1 jam 60 menit? Kenapa bukan 100?
Itu warisan dari Bangsa Babilonia di Irak, sekitar 4000 tahun lalu.
Mereka pakai sistem bilangan basis 60 (sexagesimal), bukan basis 10 seperti kita. Karena angka 60 itu paling gampang dibagi: bisa dibagi 2, 3, 4, 5, 6, 10, 12, 15, 20, 30.
Mereka melihat langit, mereka hitung. Sehari semalam itu mereka bagi jadi 24 bagian: 12 untuk siang, 12 untuk malam.
Sistem Babilonia inilah yang kita pakai sampai hari ini di seluruh dunia, Jika Babilonia dulu pakai basis 100, mungkin sekarang sehari 100 jam.
MALAM HARI: JAM AIR DAN JAM LILIN (1400 SM – 1000 M)
Karena jam matahari tidak jalan di malam hari, manusia butuh jam untuk malam.
Mesir & Yunani Kuno (1400 SM): Bikin Jam Air (Clepsydra). Air menetes dari satu bejana ke bejana lain. Tingginya air menunjukkan jam berapa. Ini jam pertama yang bisa bunyi di malam hari.
Cina Kuno: Bikin Jam Lilin & Jam Dupa. Lilin dibakar, ada garis-garisnya. Kalau lilin terbakar sampai garis ke-3, berarti jam 3 malam. Dari sinilah istilah “begadang” – jaga lilin.
Di Masjid-masjid zaman Kesultanan Jambi, jam air ini dipakai untuk menentukan waktu sholat malam.
REVOLUSI BESAR: JAM MEKANIK DI MENARA MASJID (Abad ke-13)
Titik balik sejarah waktu sepanjang hari terjadi pada Abad ke-13 di Eropa.
Para biarawan di gereja dan masjid butuh lonceng yang bunyi tepat waktu untuk memanggil sholat / misa, siang dan malam.
Maka tahun 1275 M di Inggris, ditemukanlah Jam Mekanik pertama dengan roda gigi dan pemberat. Tidak pakai matahari, tidak pakai air. Pakai mesin.
Jam raksasa ini ditaruh di menara gereja dan masjid, bunyinya terdengar satu kota. Untuk pertama kalinya, manusia punya petunjuk waktu yang sama, siang dan malam, hujan atau cerah.
JAM TANGAN: WAKTU DI PERGELANGAN (Abad ke-16 – 20)
– 1500-an: Peter Henlein dari Jerman bikin jam saku kecil.
– Perang Dunia I (1914): Tentara butuh lihat waktu sambil pegang senjata. Jam saku tidak praktis. Lahirlah Jam Tangan di pergelangan.
– 1956: Jam tangan listrik pertama.
– 1970-an: Jam digital dan kuarsa dari Jepang (Seiko, Casio) yang murah dan akurat.
Sejak saat itu, semua orang punya waktu pribadi di tangan. (MM#).










