Qixiobuzz.com – Jambi. Kabut asap kembali lumpuhkan penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi. Jarak pandang yang tidak aman memaksa sejumlah pesawat mengalihkan pendaratan dan bahkan kembali ke Jakarta.
Peristiwa terbaru terjadi,2 Oktober 2026. Hingga pukul 15.00 WIB, sedikitnya 5 penerbangan rute Jakarta-Jambi gagal mendarat di Jambi.
Data dari Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan menyebutkan:
– Citilink QG 960 rute Jakarta-Jambi jam 13.20 WIB dialihkan (diverted) ke Palembang (PLM)
– Garuda Indonesia GA 126 jam 14.05 WIB dan GA 128 jam 14.10 WIB Return to Base (RTB) kembali ke Soekarno-Hatta Jakarta
– Batik Air ID 6804 dan Super Air Jet IU 840* harus holding berputar-putar di atas wilayah Jambi lebih dari 30 menit sebelum akhirnya berhasil mendarat pukul 15.18 WIB dan 15.29 WIB.
Sehari sebelumnya, Rabu 30 September, pesawat Batik Air ID 6804 yang sama bahkan sempat mencoba 4 kali mendarat sebelum akhirnya menyerah dan kembali ke Jakarta.
“Untuk kondisi saat ini, yang menjadi tantangan adalah visual pilot untuk pendaratan. Kondisi visibility terus kami pantau karena keselamatan penerbangan menjadi prioritas,” ujar Ikhsan Pulungan, Branch Communication Bandara Sultan Thaha.
Jarak Pandang Hanya 800 Meter
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat jarak pandang atau visibility di Bandara Sultan Thaha fluktuatif dan berbahaya.
Catatan BMKG Bandara:
– Pukul 06.00 WIB: visibility hanya 800 meter
– Pukul 07.00 WIB: 1.800 meter
– Pukul 10.00 WIB: turun lagi jadi 1.100 meter
– Pukul 15.00 WIB: 1.500 meter
Padahal standar minimum aman untuk pendaratan pesawat jet sekelas Boeing 737 minimal membutuhkan jarak pandang 1.600 – 2.000 meter.
Executive General Manager Bandara, Ardon Marbun menjelaskan, untuk lepas landas (take off) masih relatif aman, namun untuk pendaratan sangat berisiko karena pilot butuh visual runway yang jelas.
Akibatnya, jadwal keberangkatan dari Jambi ke Jakarta pun ikut tertunda. Garuda Indonesia bahkan harus menjadwal ulang 4 penerbangannya.
BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi sempat menyentuh angka 303 kategori Sangat Tidak Sehat pada 1 Oktober 2026.
Pihak bandara mengimbau penumpang untuk terus memantau status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.(MM#).










