HIDUP DI PELUKAN RIMBA

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

HIDUP DI PELUKAN RIMBA

HIDUP DI PELUKAN RIMBA

Qixiobuzz.com – Mengenal Kehidupan dan Adat Suku Anak Dalam Jambi.

Di kedalaman hutan Taman Nasional Bukit Duabelas dan Hutan Harapan, Jambi,ada komunitas yang menyebut dirinya Orang Rimba.Orang luar memanggil mereka  Suku Anak Dalam. Bagi mereka hutan bukan sekedar tempat tinggal. Hutan adalah ibu, apotek, pasar, dan masjid.Disinilah hukum adat dijaga,lebih kuat dari hukum negara.

 

  1. Asal Usul : Suku Anak Dalam  diyakini sebagai keturunan prajurit kerjaan Tapak lebar  yang masuk di hutan belantara ratusan tahun lalu. Kini mereka tersebar 5 Kabupaten: Batanghari, Sarolangun, Merangin,Muaro Tebo,Muaro Bungo. Jumlah  mereka 10 ribu jiwa, terbagi dalam kelompok-kelompok kecil bernama Rombong.Tiap Rombong dipimpin Temenggung.
  2. Sistem kepercayaan : Agama Leluhur.Suku Anak Dalam  punya kepercayaan sendiri yang menyatu dengan alam.Mereka percaya pada Dewa dan Roh nenek moyang Hutan, sungai,dan pohon besar punya” penunggu” karena itu bagi mereka menebang pohon sembarangan adalah dosa.Upacara besale digelar untuk mengobati yang sakit atau tolak bala, dipimpin dukun dengan tari dan mantra semalam suntuk.
  3. Aturan Adat yang ketat : Seloko hidup Suku Anak Dalam  diatur seloko, yaitu hukum adat, lisan yang diwariskan turun temurun. Contoh seloko penting.
  1. Melangun : Jika ada anggota keluarga yang sakit atau meninggal sebagian, menunggu, sebagian rombongan wajib pinda,.Tujuanya menghindari dari kesedihan dari roh yang mati.
  2. Bebala : Denda adat. Mencuri, zina, atau menebang pohon bisa kena denda Uang atau diganti kain sejumlah nilai denda Adat tersebut.
  3. Besabat : Hubungan dengan Orang luar, dulu orang luar dianggap “ pembawa penyakit “ sekarang sudah mulai terbuka, tapi tetap hati-hati.
Baca Juga :  Kekaisaran Jepang, Negara Asia yang Tak Pernah Dijajah dan Berbalik Menjadi kekuatan Dunia

 

  1. Mata pencarian : Meramu dan berburu.Suku Anak Dalam hidup semi

nomade. Mereka meramu umbi, buah, madu sialang, dan damar.

Berburu babi, rusa. napuh dengan  sumpit dan tombak. Sebagian

rombongan sudah mulai nyandung, yaitu berkebun karet kiecil kecilan

di pinggir hutan. Uang dipakai beli garam, tembakau, dan kain.

 

Tapi beras masih dianggap makanan orang luar. Makanan pokok tetap ubi  dan gadung.Namun skarang beras menjadi kebutuhan pokok.

  1. Rumah dan Pakaian :Rumah mereka disebut sudung, panggung kecil dari kulit dan atap daun sederhana. Mudah dibongkar saat melangun, pakaian tradisional laki-laki hanya cawat, perempuan pakai kain tataan. Sekarang banyak yang sudah pakai baju kaos pemberian,dan membeli sendiri  tapi saat upacara adat tetap pakai cawat.
  2. Tantangan Hari ini : Hutan tempat hidup mereka makin sempit karena sawit, dan tambang, sekian hektar wilayah adat, akibatnya :
  3. Sumber pangan hilang : Sulit berburu dan cari damar.
  4. Konflik :Sering bentrok dengan petugas perusahaan.
  5. kesehatan : Penyakit dari luar seperti ISPAdan diare masuk.
  6. Pendidikan : Angka buta huruf masih tinggi
Baca Juga :  Raden Hamzah Darah Bangsawan Pijoan, Pejuang Negeri Jambi

 

  1. Upaya Bertahan : Bebrapa Temenggung seperti mulai membuka

     diri, agar anak-anak dikirim sekolah Rimba yang didirikan

aktivitis dari Jambi. Mereka belajar baca tulis tanpa harus

meninggalkan adat.

 

Suku Anak Dalam tidak anti pembangunan kata temenggung “ kami mau sekolah, mau sehat, tapi jangan ambil hutan kami, kalu hutan habis , habis juga kehidupan kami “ Seloko mereka sederhana “ Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Tapi bumi kami hutan, langit kami pohon.

 

 

 

MM#

 

Berita Terkait

APAKAH SPESIES DINOSAURUS DAN MANUSIA PERNAH HIDUP BERDAMPINGAN DALAM SEJARAH BUMI?
RAJA DJOSER SANG ARSITEK PERTAMA PIRAMIDA – 2700 SM
SUKU ASLI AUSTRALIA: ANTARA PERAYAAN BUDAYA DAN TANTANGAN DISKRIMINASI
MAJAPAHIT 1405 M – AWAL PERANG SAUDARA PAREGREG
COMMODOUS (180-192 M) – KAISAR GLADIATOR YANG AKHIRI MASA KEEMASAN ROMAWI
PABRIK DAN MEREK ROKOK PERTAMA DI INDONESIA, LAHIR DARI KUDUS
Pewaris Kerajaan Alam Djamboe Lipo Gelar Pelepasan Rajo Manjalani Rantau dan Anugerahkan Gelar Adat untuk Kerabat Malaysia
Pencak Silat: Olahraga Bela Diri Asli Indonesia yang Mendunia
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 13:59 WIB

APAKAH SPESIES DINOSAURUS DAN MANUSIA PERNAH HIDUP BERDAMPINGAN DALAM SEJARAH BUMI?

Kamis, 24 September 2026 - 13:24 WIB

RAJA DJOSER SANG ARSITEK PERTAMA PIRAMIDA – 2700 SM

Rabu, 23 September 2026 - 15:32 WIB

SUKU ASLI AUSTRALIA: ANTARA PERAYAAN BUDAYA DAN TANTANGAN DISKRIMINASI

Selasa, 22 September 2026 - 14:30 WIB

MAJAPAHIT 1405 M – AWAL PERANG SAUDARA PAREGREG

Selasa, 22 September 2026 - 09:27 WIB

COMMODOUS (180-192 M) – KAISAR GLADIATOR YANG AKHIRI MASA KEEMASAN ROMAWI

Berita Terbaru

PULAU-PULAU INDONESIA: DULUNYA  APAKAH SATU DARATAN( Zona Priangan )

Sejarah

PULAU-PULAU INDONESIA: DULUNYA APAKAH SATU DARATAN?

Sabtu, 26 Sep 2026 - 17:42 WIB

GURUH SOEKARNOPUTRA, SANG SWARA MAHARDIKA TUTUP USIA(Foto:SINDO News)

Agama

GURUH SOEKARNOPUTRA, SANG SWARA MAHARDIKA TUTUP USIA

Sabtu, 26 Sep 2026 - 15:09 WIB