Rusia Tuding NATO Ingin Kendalikan PBB dan Langgar Piagam

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 14:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rusia Tuding NATO Ingin Kendalikan PBB dan Langgar Piagam(Foto:DW)

Rusia Tuding NATO Ingin Kendalikan PBB dan Langgar Piagam(Foto:DW)

Qixiobuzz.com – PBB, NEW YORK – Rusia kembali melontarkan tudingan keras terhadap NATO di forum PBB. Moskow menuduh aliansi militer Atlantik Utara itu berupaya “mengendalikan” PBB dan memaksakan supremasinya ke seluruh dunia dengan mengabaikan Piagam PBB.

Tudingan tersebut disampaikan delegasi Rusia dalam sejumlah sidang Dewan Keamanan PBB beberapa waktu terakhir.

 

NATO Ingin Imposisikan Dominasi

Dalam pernyataan di Dewan Federasi Rusia, Wakil Ketua Komite Urusan Internasional Konstantin Kosachev menyebut ada upaya dari NATO dan UE untuk “secara konsisten berupaya memaksakan supremasi, dominasi, dan kepentingan mereka ke seluruh dunia”.

Senator Rusia Grigory Karasin juga menyoroti operasi NATO di masa lalu. Ia mengingatkan operasi NATO di Bosnia dan Herzegovina serta Yugoslavia dilakukan tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB.

So far, we have not seen such interest on their part,” ujar Karasin, merujuk pada kurangnya itikad Barat untuk menegakkan hukum internasional.

Baca Juga :  NAPOLEON BONAPARTE Letnan Miskin Menjadi Kaisar yang Mengguncang Eropa

 

Tudingan Intervensi dan “Aturan Baru

Rusia menuding NATO kini mencari alasan baru untuk eksis setelah bubarnya Uni Soviet. Menlu Rusia pernah menyatakan konsep baru NATO yang memungkinkan bertindak militer “di mana saja di Bumi” jika NATO menilai kepentingannya terdampak, bertentangan dengan Piagam PBB.

Di Dewan Keamanan, Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia juga menuduh negara-negara Barat menggunakan “trik apa pun” untuk mencegah kebenaran tentang kejahatan NATO didengar di ruang sidang.

Rusia menilai tindakan NATO selama 30 tahun terakhir di Eropa, termasuk di Ukraina, adalah pelajaran bagi dunia. “Do you think that in other regions the US and its allies will act differently? History shows the opposite”

 

Respons AS dan Barat

Tudingan Rusia langsung dibantah AS. Wakil Duta Besar AS untuk PBB Tammy Bruce memperingatkan bahwa PBB “bukan tempat untuk ancaman terhadap anggota Dewan”.

Baca Juga :  Festival Cabai Merah Goesan 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wisatawan Padati Korea Selatan

NATO sendiri selama ini menyatakan diri sebagai aliansi pertahanan dan menegaskan setiap operasi militernya sejalan dengan hukum internasional.

 

Seruan Kembali ke Piagam PBB

Rusia menegaskan satu-satunya cara mengurangi ketegangan dunia adalah dengan memperkuat sistem multilateral berdasarkan hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam PBB.

“It is possible to return the situation under control and normalize it only on the basis of compliance with the generally recognized norms of international law, the UN principles of activities, its Charter”.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Sekretariat PBB terkait tudingan adanya “kesepakatan rahasia” antara Sekretariat PBB dan NATO seperti yang pernah diprotes Rusia pada 1990-an.(MM#)

Berita Terkait

International Media Forum Digelar di Uzbekistan, Bahas Masa Depan Jurnalisme Digital
Perjuangan Reparasi Sejarah Kelam Perbudakan Kian Menguat di Kancah Global
Festival Cabai Merah Goesan 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wisatawan Padati Korea Selatan
Kekeringan Parah Landa Kota Facatativá, Warga Alami Krisis Air Bersih
Presiden Prabowo Sampaikan Gagasan Ekonomi di EET
NAPOLEON BONAPARTE Letnan Miskin Menjadi Kaisar yang Mengguncang Eropa
Presiden Prabowo Hadiri Eastern Economic Forum ke-11 di Rusia, Dijadwalkan Bertemu Putin
ORANG TERKURUS DI DUNIA Guinness: Lucía Zárate, 2,1 kg
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:53 WIB

International Media Forum Digelar di Uzbekistan, Bahas Masa Depan Jurnalisme Digital

Sabtu, 5 September 2026 - 15:39 WIB

Perjuangan Reparasi Sejarah Kelam Perbudakan Kian Menguat di Kancah Global

Sabtu, 5 September 2026 - 11:49 WIB

Festival Cabai Merah Goesan 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wisatawan Padati Korea Selatan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:22 WIB

Kekeringan Parah Landa Kota Facatativá, Warga Alami Krisis Air Bersih

Kamis, 3 September 2026 - 17:27 WIB

Presiden Prabowo Sampaikan Gagasan Ekonomi di EET

Berita Terbaru