Qixiobuzz. com – Sungai Tutung, Merangin. Warga Desa Sungai Tutung, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi digegerkan dengan beredarnya video berdurasi 34 detik yang viral di WhatsApp dan Facebook sejak Senin (6/10/2026) malam.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria yang diduga pengusaha toko bangunan kaya di Sungai Tutung, sebut saja inisial *H*, tampak sedang buang air kecil atau kencing di dekat tandon air umum milik warga yang biasa digunakan untuk mandi, cuci, dan kebutuhan air minum.
Aksi tak terpuji itu terekam kamera warga dan langsung memicu kemarahan masyarakat.
Warga menyebut, tandon tersebut adalah sumber air bersih utama, terutama saat musim kemarau dan saat air PDAM mati. Ulah pengusaha tersebut dianggap jorok, tidak beretika, dan membahayakan kesehatan warga.
“Kami sangat kecewa. Itu tandon untuk umum, dipakai untuk wudhu, untuk minum. Kok tega-teganya dikencingi? Mentang-mentang orang kaya, punya toko besar, bisa seenaknya?” ujar salah seorang warga Sungai Tutung yang enggan disebutkan namanya.
Tak hanya itu, yang membuat warga semakin geram, menurut informasi yang beredar, setelah aksi tersebut diketahui warga, pelaku sempat diminta untuk meminta maaf secara terbuka kepada warga.
Namun, bukannya meminta maaf, pria tersebut justru dikabarkan “mengurung diri” atau tidak mau keluar menemui warga yang sudah berkumpul.
Ketua RT setempat membenarkan adanya kejadian tersebut dan saat ini sedang berupaya memediasi.
“Iya benar ada kejadian itu. Warga marah. Kami sudah coba hubungi yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi dan meminta maaf secara adat, tapi yang bersangkutan belum bisa ditemui. Kami akan bawa ke balai desa untuk musyawarah malam ini,” ujarnya.
Warga berharap aparat desa dan kepolisian turun tangan. Jika terbukti mengotori fasilitas umum yang merupakan sumber air bersih, pelaku bisa dikenakan sanksi adat dan juga pelanggaran kebersihan lingkungan sesuai Perda.
Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah dibagikan ratusan kali dan mendapat kecaman luas dari netizen Jambi.
Masyarakat Sungai Tutung menuntut permintaan maaf terbuka dan tanggung jawab untuk menguras serta membersihkan tandon tersebut.(MM#).










