Guardiola Tegaskan Manchester City Belum Menyerah, Arsenal Masih Bisa Tergelincir di Perebutan Gelar Liga Inggris

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 02:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Pep Guardiola

Foto ; Pep Guardiola

SPORT- Persaingan gelar Liga Inggris musim ini masih memanas. Pelatih Pep Guardiola menegaskan Manchester City belum menyerah dalam perburuan trofi Premier League 2026 meski saat ini masih berada di bawah Arsenal di puncak klasemen.

Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Crystal Palace membuat City terus menempel ketat Arsenal. Selisih poin kini hanya dua angka, sementara kedua tim sama-sama menyisakan dua pertandingan penting sebelum musim berakhir.

Situasi ini membuat peluang juara masih terbuka lebar. Guardiola pun menegaskan timnya akan terus siaga sampai detik terakhir jika Arsenal terpeleset.

Dalam perebutan gelar Liga Inggris yang semakin dramatis, Manchester City memilih fokus penuh, menjaga kebugaran pemain, dan mempertahankan mental juara.

Manchester City Menang Besar, Tekanan untuk Arsenal Semakin Besar

Kemenangan atas Crystal Palace menjadi suntikan besar bagi City. Selain meraih tiga poin penting, hasil itu juga mengirim pesan kuat kepada Arsenal bahwa perburuan gelar belum selesai.

Guardiola menegaskan situasi saat ini sepenuhnya bergantung pada Arsenal.

Menurutnya, jika Arsenal berhasil memenangkan dua pertandingan terakhir, maka City tidak bisa berbuat apa pun.

Namun, ia memastikan skuadnya tetap bersiap menghadapi segala kemungkinan.

“Semua tergantung pada mereka. Jika mereka memenangkan dua pertandingan, maka tidak ada yang perlu dibicarakan lagi,” ujar Guardiola.

Meski begitu, ia menambahkan bahwa Manchester City hanya perlu tetap berada di jalur kemenangan agar siap mengambil peluang sekecil apa pun.

“Kami hanya harus tetap berada di sana untuk berjaga-jaga,” tegasnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Guardiola belum menurunkan standar ambisi timnya meski tekanan semakin besar.

Rotasi Besar Guardiola Jadi Kunci Bertahan di Akhir Musim

Padatnya jadwal pertandingan membuat Guardiola mulai memprioritaskan rotasi pemain. Dalam laga melawan Crystal Palace, ia melakukan enam perubahan pada starting XI.

Keputusan paling mencolok datang saat ia mencadangkan Erling Haaland sepanjang pertandingan.

Selain Haaland, Jérémy Doku dan Rayan Cherki juga mendapat waktu istirahat demi menjaga kondisi fisik.

Langkah ini menunjukkan bahwa Guardiola tidak hanya memikirkan Premier League, tetapi juga final Piala FA yang sangat penting.

City akan menghadapi Chelsea di final Piala FA akhir pekan ini sebelum melanjutkan dua laga krusial Liga Inggris melawan AFC Bournemouth dan Aston Villa.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Panggil 44 Pemain untuk FIFA Matchday 2026, John Herdman Siapkan Dua Skuad Garuda Sekaligus

Jadwal tersebut memaksa Guardiola mengambil keputusan sulit demi menjaga peluang di dua kompetisi besar sekaligus.

Guardiola Akui Pemain Sudah Sangat Lelah

Guardiola secara terbuka mengungkapkan kondisi fisik para pemainnya yang mulai mengkhawatirkan.

Menurutnya, akhir musim selalu menjadi fase paling berat karena intensitas pertandingan meningkat drastis, sementara pemulihan fisik semakin terbatas.

Ia mengatakan bahwa satu-satunya hal yang bisa dilakukan sekarang adalah memaksimalkan waktu istirahat.

“Yang bisa kami lakukan sekarang hanyalah tidur secepat mungkin dan mempersiapkan diri untuk Piala FA,” katanya.

Namun tantangan tidak berhenti setelah final.

Guardiola mengingatkan bahwa hanya tiga hari setelah laga final di Wembley, City harus langsung menghadapi Bournemouth dalam pertandingan yang sangat menentukan.

Ia menggambarkan betapa beratnya kondisi para pemain yang harus terus bermain dalam tekanan tinggi sambil tetap menjaga fokus keluarga dan kehidupan pribadi.

“Mereka akan berada di rumah bersama istri dan anak-anak, tetapi tetap sangat kelelahan,” ujarnya.

Komentar itu memperlihatkan sisi manusiawi dari sepak bola level elite yang sering luput dari perhatian publik.

Dua Laga Sisa Premier League Tidak Akan Mudah

Meski masih memiliki peluang juara, Guardiola sadar bahwa dua pertandingan terakhir tidak akan berjalan mudah.

Bournemouth tampil sangat solid musim ini dan menjadi lawan yang berbahaya.

Sementara laga terakhir melawan Aston Villa juga diprediksi berlangsung berat karena tim asuhan Unai Emery dikenal sangat disiplin dan agresif.

Guardiola bahkan secara khusus menyoroti kualitas kedua lawan tersebut.

“Bournemouth, wow, lihat apa yang mereka lakukan musim ini,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa menghadapi Aston Villa di laga penutup bukan tugas ringan.

Tekanan besar dari dua pertandingan itu membuat City harus tampil sempurna tanpa kehilangan poin.

Satu hasil imbang saja bisa menjadi akhir dari harapan juara.

Guardiola Tetap Percaya Penuh pada Kedalaman Skuad

Meski tantangan semakin besar, Guardiola tetap menunjukkan kepercayaan penuh terhadap seluruh pemainnya.

Ia menilai skuad Manchester City memiliki kualitas dan mentalitas yang cukup untuk bertahan dalam situasi penuh tekanan.

“Saya memiliki kepercayaan penuh pada seluruh skuad,” ujarnya.

Menurut Guardiola, jika City gagal menang saat melawan Palace, maka peluang juara bisa langsung tertutup.

Namun kemenangan tersebut menjaga harapan tetap hidup hingga pekan terakhir.

Baca Juga :  Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026! Era Baru Mikel Arteta Resmi Dimulai Setelah Manchester City Tersandung

Optimisme ini menjadi fondasi penting bagi City, terutama menjelang final Piala FA dan dua laga penentu Premier League.

Guardiola juga menegaskan bahwa ia tidak bisa meminta lebih dari para pemain musim ini.

Mereka telah berjuang maksimal di tengah jadwal super padat dan tekanan yang luar biasa.

Final Piala FA Jadi Ujian Mental Berikutnya

Selain Liga Inggris, fokus besar City saat ini tertuju pada final Piala FA melawan Chelsea.

Guardiola ingin timnya datang ke Wembley dengan kondisi fisik dan mental terbaik.

Ia menyadari Chelsea memang tidak menjalani musim terbaiknya, tetapi kualitas mereka tetap sangat berbahaya.

“Kami akan pergi ke Wembley untuk menang,” tegas Guardiola.

Ia menilai pertandingan final selalu berbeda karena faktor mental sering kali lebih menentukan daripada statistik.

Karena itu, City harus tampil dengan konsentrasi penuh sejak menit pertama.

Trofi Piala FA bisa menjadi momentum besar yang menjaga semangat tim dalam dua laga terakhir Premier League.

Arsenal Masih Memegang Kendali, Tetapi Tekanan Semakin Besar

Meski City terus menekan, Arsenal tetap berada di posisi terbaik untuk menjadi juara.

Dua kemenangan akan memastikan trofi jatuh ke tangan mereka tanpa perlu melihat hasil City.

Namun tekanan psikologis jelas semakin besar.

Setiap kemenangan Manchester City otomatis meningkatkan beban Arsenal.

Guardiola memahami hal itu dan memilih tetap berada cukup dekat agar tekanan terus terasa.

Strategi ini sering menjadi kekuatan City dalam beberapa musim terakhir.

Mereka tidak selalu memimpin sejak awal, tetapi mampu menyerang di momen paling menentukan.

Kini skenario serupa kembali terbuka.

Kesimpulan

Manchester City belum menyerah dalam perburuan gelar Liga Inggris 2026. Meski masih tertinggal dua poin dari Arsenal, kemenangan atas Crystal Palace menjaga peluang tetap hidup hingga akhir musim.

Pep Guardiola memilih fokus pada tiga hal utama: rotasi pemain, kebugaran fisik, dan kesiapan mental.

Final Piala FA melawan Chelsea menjadi ujian besar berikutnya sebelum City menghadapi Bournemouth dan Aston Villa dalam dua laga penentu Premier League.

Selama Arsenal belum memastikan gelar, Manchester City akan terus memberi tekanan.

Dan selama peluang itu masih ada, Guardiola tidak akan membiarkan timnya berhenti percaya.(*)

Follow WhatsApp Channel qixiobuzz.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanjung Verde Jadi Kejutan Terbesar Piala Dunia 2026, Hancurkan Prediksi Usai Tahan Dua Juara Dunia
Timnas Indonesia Panggil 44 Pemain untuk FIFA Matchday 2026, John Herdman Siapkan Dua Skuad Garuda Sekaligus
Veda Ega Pratama Siap Mengguncang Moto3 Italia 2026, Rekor Gila di Mugello Jadi Modal Besar Pembalap Indonesia
Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026! Era Baru Mikel Arteta Resmi Dimulai Setelah Manchester City Tersandung
Tangis Antoine Griezmann Pecah di Metropolitano, Akhirnya Akui Kesalahan Tinggalkan Atletico demi Barcelona
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 21:01 WIB

Tanjung Verde Jadi Kejutan Terbesar Piala Dunia 2026, Hancurkan Prediksi Usai Tahan Dua Juara Dunia

Selasa, 26 Mei 2026 - 03:32 WIB

Timnas Indonesia Panggil 44 Pemain untuk FIFA Matchday 2026, John Herdman Siapkan Dua Skuad Garuda Sekaligus

Senin, 25 Mei 2026 - 04:32 WIB

Veda Ega Pratama Siap Mengguncang Moto3 Italia 2026, Rekor Gila di Mugello Jadi Modal Besar Pembalap Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 04:32 WIB

Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026! Era Baru Mikel Arteta Resmi Dimulai Setelah Manchester City Tersandung

Rabu, 20 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tangis Antoine Griezmann Pecah di Metropolitano, Akhirnya Akui Kesalahan Tinggalkan Atletico demi Barcelona

Berita Terbaru