Karhutla di Berbagai Daerah Jadi Ancaman, BNPB Imbau Masyarakat Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Karhutla di Berbagai Daerah Jadi Ancaman, BNPB Imbau Masyarakat Waspada( Foto: Info Publik)

Karhutla di Berbagai Daerah Jadi Ancaman, BNPB Imbau Masyarakat Waspada( Foto: Info Publik)

Qixiobuzz.com – JAKARTA. Bencana kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla kembali menjadi ancaman serius di berbagai daerah di Indonesia. Peningkatan titik panas dan kemarau panjang membuat sejumlah wilayah rawan dilanda api.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana / BNPB mencatat, hingga akhir Agustus 2026, sudah terjadi puluhan kasus Karhutla di Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.

Titik Panas Meningkat di 5 Provinsi

Berdasarkan data satelit, 5 provinsi dengan potensi Karhutla tertinggi saat ini adalah:

  1. Riau – 142 titik panas
  2. Kalimantan Barat – 98 titik panas
  3. Kalimantan Tengah – 76 titik panas
  4. Jambi – 54 titik panas
  5. Sumatera Selatan – 48 titik panas

Kepala BNPB,( Letjen.TNI.Dr.Suharyanto S.Sos,MM ) mengatakan sebagian besar Karhutla dipicu oleh faktor manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara dibakar dan pembuangan puntung rokok sembarangan.

Baca Juga :  Asap Karhutla Indonesia Diprotes Negara Tetangga

“Cuaca panas dan angin kencang membuat api cepat menyebar. Dampaknya tidak hanya merusak hutan, tapi juga mengganggu kesehatan, transportasi, hingga perekonomian masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, 29/8/ 2026.

Dampak Karhutla Sangat Luas

Dampak Karhutla yang paling dirasakan masyarakat adalah kabut asap. Kualitas udara memburuk hingga kategori tidak sehat. Sekolah di beberapa daerah terpaksa meliburkan siswa dan aktivitas luar ruangan dibatasi.

Selain itu, Karhutla juga menyebabkan:

  1. Gangguan Kesehatan: ISPA, iritasi mata, dan gangguan pernapasan meningkat
  2. Gangguan Penerbangan: Jarak pandang terbatas, beberapa penerbangan tertunda
  3. Kerugian Ekonomi: Lahan pertanian, perkebunan, dan ekosistem hutan terbakar
Baca Juga :  Job Fair Pekanbaru 2026 Resmi Dibuka, 64 Perusahaan Siap Rekrut Ribuan Pencari Kerja Gratis

Upaya Penanganan

BNPB bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan telah mengerahkan tim untuk melakukan pemadaman darat dan udara. Operasi water bombing dan teknologi modifikasi cuaca juga dilakukan di titik-titik rawan.

Masyarakat diimbau untuk:

  1. Tidak membuka lahan dengan cara dibakar
  2. Tidak membuang puntung rokok di hutan atau lahan kering
  3. Segera melapor ke BPBD jika melihat asap atau api
  4. Menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah jika terjadi kabut asap

Pemerintah menegaskan komitmen untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan. Sementara itu, masyarakat diminta ikut serta menjaga lingkungan agar Karhutla tidak semakin meluas. (MM#)

Berita Terkait

Kepala BGN Sudaryono: Keracunan MBG di Sidoarjo Akibat Pelanggaran SOP
Asap Karhutla Indonesia Diprotes Negara Tetangga
Erupsi Gunung Sinabung Karo, Sumut Ganggu Penerbangan di Bandara Kualanamu
Destry Damayanti Resmi Ditetapkan DPR Sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031
KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2026-2031
Cara Ubah Desil DTKS Secara Online
Kimia Farma Jambi Gelar MCU untuk 17 Karyawan RRI Sungai Penuh
PEMERIKSAAN MCU ITU PERLU
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:06 WIB

Kepala BGN Sudaryono: Keracunan MBG di Sidoarjo Akibat Pelanggaran SOP

Rabu, 2 September 2026 - 08:04 WIB

Erupsi Gunung Sinabung Karo, Sumut Ganggu Penerbangan di Bandara Kualanamu

Selasa, 1 September 2026 - 09:42 WIB

Destry Damayanti Resmi Ditetapkan DPR Sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:25 WIB

KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2026-2031

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Cara Ubah Desil DTKS Secara Online

Berita Terbaru