Komodo, Ikon Satwa Purba Indonesia yang Mendunia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komodo, Ikon Satwa Purba Indonesia yang Mendunia(Foto:Website DJKN)

Komodo, Ikon Satwa Purba Indonesia yang Mendunia(Foto:Website DJKN)

Qixiobuzz.com – NTT. Komodo atau Varanus komodoensis kembali menjadi sorotan dunia. Satwa endemik Indonesia yang hanya ada di Nusa Tenggara Timur ini bukan hanya daya tarik wisata, tapi juga simbol kekayaan biodiversitas bangsa.

Komodo merupakan kadal terbesar di dunia dengan panjang bisa mencapai 3 meter dan berat lebih dari 70 kg. Habitat aslinya tersebar di Pulau Komodo, Rinca, Flores, dan Gili Motang. Karena keunikan dan kelangkaannya, Taman Nasional Komodo telah ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia sejak 1991.

Baca Juga :  Deretan Lima Gedung Tertinggi di Dunia

Komodo adalah warisan alam yang tidak dimiliki negara lain. Menjaga komodo berarti menjaga identitas Indonesia.

Saat ini status komodo masuk dalam kategori *Rentan Punah  menurut IUCN. Ancaman utama yang dihadapi meliputi perubahan iklim, berkurangnya mangsa alami, dan gangguan habitat akibat aktivitas manusia.

Pemerintah bersama masyarakat dan pegiat konservasi terus melakukan upaya perlindungan. Program yang dijalankan antara lain patroli habitat, penelitian populasi, edukasi wisata berkelanjutan, dan pembatasan jumlah wisatawan agar tidak mengganggu ekosistem.

Di sisi pariwisata, komodo menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehadiran mereka memberi dampak ekonomi besar bagi masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya melalui sektor jasa, homestay, dan kerajinan.

Baca Juga :  Yayasan Raden Hamzah dan Dua Temenggung Gelar Jumpa Pers: Bantah Adanya Praktik Penjualan Anak di Suku Anak Dalam

Para ahli mengingatkan, keberlanjutan pariwisata harus sejalan dengan konservasi. “Kita ingin wisatawan bisa melihat komodo di habitat aslinya, tapi tanpa merusak rumah mereka,” tambah salah satu peneliti.

Hari Komodo Sedunia diperingati setiap tanggal 13 Februari sebagai momentum mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian satwa purba ini agar tetap lestari untuk generasi mendatang.(MM#).

Berita Terkait

Festival Cabai Merah Goesan 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wisatawan Padati Korea Selatan
Erupsi Gunung Sinabung Karo, Sumut Ganggu Penerbangan di Bandara Kualanamu
Karhutla di Berbagai Daerah Jadi Ancaman, BNPB Imbau Masyarakat Waspada
Kimia Farma Jambi Gelar MCU untuk 17 Karyawan RRI Sungai Penuh
ANOA, “KERBAU KERDIL” ENDEMIK SULAWESI YANG TERANCAM PUNAH
Anjing Liar di Sungai Penuh Meningkat Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak
Manfaat Kacang Merah untuk Kesehatan
Kenapa Jalan di Daerah Manapun Pasti Ada Belokan?
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:49 WIB

Festival Cabai Merah Goesan 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wisatawan Padati Korea Selatan

Rabu, 2 September 2026 - 08:04 WIB

Erupsi Gunung Sinabung Karo, Sumut Ganggu Penerbangan di Bandara Kualanamu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:49 WIB

Karhutla di Berbagai Daerah Jadi Ancaman, BNPB Imbau Masyarakat Waspada

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Kimia Farma Jambi Gelar MCU untuk 17 Karyawan RRI Sungai Penuh

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:41 WIB

ANOA, “KERBAU KERDIL” ENDEMIK SULAWESI YANG TERANCAM PUNAH

Berita Terbaru