Qixiobuzz.com – NTT. Komodo atau Varanus komodoensis kembali menjadi sorotan dunia. Satwa endemik Indonesia yang hanya ada di Nusa Tenggara Timur ini bukan hanya daya tarik wisata, tapi juga simbol kekayaan biodiversitas bangsa.
Komodo merupakan kadal terbesar di dunia dengan panjang bisa mencapai 3 meter dan berat lebih dari 70 kg. Habitat aslinya tersebar di Pulau Komodo, Rinca, Flores, dan Gili Motang. Karena keunikan dan kelangkaannya, Taman Nasional Komodo telah ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia sejak 1991.
Komodo adalah warisan alam yang tidak dimiliki negara lain. Menjaga komodo berarti menjaga identitas Indonesia.
Saat ini status komodo masuk dalam kategori *Rentan Punah menurut IUCN. Ancaman utama yang dihadapi meliputi perubahan iklim, berkurangnya mangsa alami, dan gangguan habitat akibat aktivitas manusia.
Pemerintah bersama masyarakat dan pegiat konservasi terus melakukan upaya perlindungan. Program yang dijalankan antara lain patroli habitat, penelitian populasi, edukasi wisata berkelanjutan, dan pembatasan jumlah wisatawan agar tidak mengganggu ekosistem.
Di sisi pariwisata, komodo menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehadiran mereka memberi dampak ekonomi besar bagi masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya melalui sektor jasa, homestay, dan kerajinan.
Para ahli mengingatkan, keberlanjutan pariwisata harus sejalan dengan konservasi. “Kita ingin wisatawan bisa melihat komodo di habitat aslinya, tapi tanpa merusak rumah mereka,” tambah salah satu peneliti.
Hari Komodo Sedunia diperingati setiap tanggal 13 Februari sebagai momentum mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian satwa purba ini agar tetap lestari untuk generasi mendatang.(MM#).










